KOMBES | Komunitas Blogger Syaamil | Syaamil Group

Pada tanggal 6 September 2021, di Grup Besar Keluarga Syaamil tiba-tiba ada pemberitahuan masuk bahwa akan diadakan sebuah seminar bernama KOMBES (Komunitas Blogger Syaamil). Sontak, tanpa berpikir panjang langsung mendaftarkan diri, padahal dalam batin ini sama sekali tidak ada gambaran harus seperti apa. Ini karena saya pribadi tidak memiliki blog. Terakhir membuat blog pun sekitar tujuh atau delapan tahun yang lalu dikarenakan tugas sekolah.

Tapi tidak ada salahnya mencoba. Saya pribadi sangat tertarik dengan dunia media sosial karena bisa menyalurkan kemampuan saya dalam menulis. Saya berharap dengan seminar tersebut akan mendapatkan pemahaman terkait dunia blogger. Termasuk juga agar saya tahu bagaimana menulis di blog dan tulisan saya bisa bermanfaat bagi para pembaca. (Alhamdulillah) pada tanggal 30 September 2021 (akhirnya menjadi hari bersejarah bagi saya) karena adanya seminar tersebut.

Sekitar pukul 08:30, seminar dimulai. Pada saat itu saya sama sekali tidak ada gambaran harus seperti apa dan apa yang harus saya kerjakan. Setelah mengikuti alur acara, akhirnya materi utama disampaikan oleh Bang Aswi. Pemikiran saya tentang tulis-menulis (sedikit demi sedikit) terbuka. Semua itu dimulai dengan sebuah kata-kata, “Menulislah dengan hati, dan editlah dengan pikiran.” Kalimat itu langsung membuka permasalahan saya selama ini karena sejauh ini saya masih berpikir, “Apa yang harus saya tulis?”

Atau “Apakah yang saya tulis bisa tersampaikan dan dapat dipahami oleh pembaca?” Dua pertanyaan inilah yang akhirnya membuat saya jadi enggan untuk menulis. Akhirnya saya sadar bahwa menulis (harus) diawali oleh hati. Sampaikan apa yang ingin kamu tulis, jangan takut salah. Semua akan kembali oleh waktu. Semakin banyak menulis maka kamu akan tahu dimana titik kesalahannya. Setelah itu kita diberikan sebuah tantangan dimana kita harus menulis selama 10 menit dengan kata kunci “Rumah”.

Tidak perlu berpikir panjang, saya langsung menulis apa saja yang ingin disampaikan. Setelah itu lanjut dengan materi lainnya. Kemudian kita pun diberikan tantangan yang hampir sama seperti tugas yang pertama. Kita diinstruksikan untuk menulis selama 15 menit dengan kata kunci “Pulang”. Sama seperti yang pertama, hanya yang membedakan di tugas yang kedua, saya semakin percaya diri dengan apa yang ingin saya tulis. Jauh lebih santai tanpa takut harus menulis apalagi.

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 11:44, di penghujung acara. Kami dijelaskan tentang target apa yang ingin dicapai dengan terselenggaranya acara ini. Yang saya ingat, bahwasanya kita diberikan satu wadah dalam Syaamil Group untuk bisa saling berbagi informasi tentang dunia menulis. Bisa melalui blog ataupun media sosial dengan hal-hal yang positif. Apapun platform yang digunakan, kita bisa memanfaatkan dengan baik dan kata kuncinya adalah konsisten atau tekun.

Pada dasarnya kita bisa memanfaatkan kemampuan menulis kita untuk mempromosikan sebuah produk, khususnya produk Syaamil dengan perbendaharaan kata yang kita olah sebaik mungkin. Intinya adalah tanpa terlihat secara jelas bahwa kita sedang memasarkan produk dengan bahasa yang komunikatif. Nama lainnya sih softselling. Insya Allah kalau semakin rajin dan rutin, tulisan kita suatu saat nanti juga bisa menambah pundi-pundi atau penghasilan. Amin.

Kini, saya sekarang lebih percaya diri dari sebelumnya. Saya akan mencoba semakin tekun dan fokus untuk sering menulis, entah melalui blog ataupun media sosial yang saya miliki. Sikap konsistensi ini harus tetap saya jaga agar apa yang saya dapat dari seminar ini tidak sia-sia. Saya pun akan berbagi ilmu kepada teman-teman di lingkungan sekitar saya. Terima kasih banyak buat Syaamil Group dan khususnya Bang Aswi atas ilmu yang sudah diberikan. Semoga silaturahmi antar anggota KOMBES bisa terus berjalan. Amin.

Tulisan di atas adalah buah karya Ahmad Syaifudin. Alhamdulillah ternyata keberadaan pelatihan menulis yang diselenggarakan bersamaan dengan Launching KOMBES kemarin telah memberikan manfaat baginya. Begitu pula dengan tanggapan Eko Setiawan yang berkata, “Kamis kemarin adalah hari yang sangat mengembirakan untukku karena akhirnya aku bisa belajar menulis. Menulis kedengarannya simple, tapi menulis memerlukan organ bagian tubuh kita yang sangat penting yaitu, hati.”

“Sebuah tulisan yang lahir dari hati pastilah akan sampai pada hati orang-orang yang membacanya. KOMBES adalah wadah yang selama ini aku inginkan. Aku tipe orang yang senang bercerita, baik secara langsung maupun melalui tulisan. Bagaimana aku menggambarkan perasaanku atau keadaan yang kualami. Hanya saja aku masih payah dalam hal penyusunan kata, kalimat, dan penyampaiannya agar bisa enak dinikmati pembaca. Itulah yang akhir-akhir ini membuatku sudah jarang sekali menulis.”

“Aku jarang menulis bukan karena tulisanku yang seperti cakar ayam, tapi karena kurangnya ilmu. Harapanku, dengan menjadi keluarga dari KOMBES ini, aku bisa lebih berkembang lagi dalam menulis, termasuk berperan aktif mengembangkan kemajuan perusahaan Syaamil Group dan menjaga reputasinya agar selalu menjadi yang terbaik. Hasil dari pelatihan ini … sekarang aku sudah bisa menulis sepanjang ini, jelas sebuah kebanggaan tersendiri. Biasanya, tulisanku hanya sekedar quote simple bertema cinta.”[]

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x