KOMBES | Komunitas Blogger Syaamil | Syaamil Group

Sebuah pesan masuk ke WAG perusahaan yang mengajak bergabung ke dalam sebuah komunitas blogger. Tanpa berpikir lama, saya langsung isi formulir yang dibagikan di dalam group tersebut. Saat memutuskan bergabung dalam komunitas ini, yang dibayangkan adalah saya akan diajari menulis dan membuat blog. Itu saja yang terlintas.

Dalam pekerjaan, saya diamanahi menjadi Branch Manager di SDI Jawa Tengah. Saya berinteraksi dengan hampir 99% adalah wanita dan dari mereka saya mengelola para SPV yang kemapuan menulis atau copywriting-nya jelas sudah terasah. Bahkan di komunitas SDI Jawa Tengah, ada SPV kami yang sudah mempunyai karya tulisan berupa buku.

Saya perhatikan, mereka itu mempunyai kemampuan menulisnya bagus. Mereka tidak hanya para marketing produktif, tetapi mereka adalah SLC yang berprestasi dengan segudang reward penjualan. Jadi, saya mengambil kesimpulan bahwa selain personal branding yang kuat, ternyata skill menulis juga harus dipunyai.

Bahkan ada SPV yang memaksa saya untuk hadir di salah satu launching komunitas menulis mereka. Alhamdullilah pas banget karena ada komunitas menulis di Syaamil Group. Sejujurnya, saya nekat untuk ikut komunitas ini karena memang kemampuan menulis saya nol putul (nol banget). Tibalah hari launching komunitas ini. Saya pikir acaranya cuma ceremony launching komunitas saja.

Ternyata … wow, selanjutnya kita langsung diminta praktik langsung. Itupun setelah mendapatkan materi secara teori dari Bang Aswi yang enak penyampaiannya. Meski begitu, ternyata butuh energi ekstra untuk bisa menuliskan tentang ‘Rumah’ dan ‘Pulang’. Tidak mudah, tetapi saya harus meneruskan apa yang sudah saya mulai. “Bismillah,” ujar Windarto menutup tulisannya.

“Saat pertama (kali mendengar) ada info tentang pelatihan menulis, tentulah sangat menarik buat saya pribadi,” sambung Yusuf Mauludin. Terlebih saya seneng nulis, tapi suka mentok (karena kehabisan kata-kata dan kosa kata). Harapan sederhana untuk bergabung dengan KOMBES adalah agar bisa bercerita dan bisa menulis di wadah yang benar. Kalau perlu, sampai mampu menulis bagaikan air mengalir, sehingga menjadi sebuah hobi dan makanan sehari-hari.

Mengapa makanan? Ini karena saya selalu lapar dan haus akan tulisan. (Inginnya sih) bukan sekedar bisa menulis, tapi juga bisa membuat blog pribadi yang bagus, menarik, mudah dimengerti, dan menjadi inspirasi bagi siapapun yang membacanya. Konon katanya, jika kita bergaul dengan pandai besi maka akan terpercik api atau bau bakaran. Namun jika bergaul dengan penjual minyak wangi, minimal akan ikut harum karenanya.

Nah begitu pun dengan acara KOMBES, berkumpul dengan orang-orang baik dan senang menulis tentu diharapkan bisa membawa energi positif bagi saya pribadi. Setelah mendapatkan penjelasan dari acara launching KOMBES kemarin, saya menyadari bahwa tulisan kita itu jangan “sekate-kate”, tetapi harus membawa energi positif bagi siapapun yang membacanya. Semoga ke depannya saya bisa lebih semangat lagi dalam menulis.

Bisa bercerita dan bisa mencurahkan isi hati serta kepala melalui tulisan. Sedangkan untuk pekerjaan sendiri, tenti bisa mendapatkan value personal branding dan corporate branding. Pada akhirnya, akan mendapatkan kepercayaan dari mitra dan mampu meningkatkan omset penjualan. Terima kasih atas kesempatan yang baik ini. Semoga KOMBES dapat melahirkan penulis-penulis andal dan menginspirasi banyak orang. Amin.[]

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x