KOMBES | Komunitas Blogger Syaamil | Syaamil Group

“Bang sampai jam berapa di kantornya?” tanya saya dengan cemas. “Jam 4 bubar,” tegas Bang Aswi. Saya makin cemas, karena posisi sedang perjalanan dari Pesantren Pondok Quran menuju kantor. “Wah, ini gak akan ke kejar,” imbuh saya. Saya langsung ambil langkah aman, “Bang, titip dong (kaosnya), (saya) ini lagi jalan ke kantor,” rayu saya ke Bang Aswi. “Ambil aja sendirilah sesuai ukuran, ada namanya kok di kaos,” balas Bang Aswi.

“Alhamdulillah…,” gumam hati saya dengan tenang. “Siap kalau begitu tehnisnya mah, Bang,” timpal saya. Begitulah isi percakapan sekira delapan belas jam sebelum acara launching Komunitas Blogger Syaamil (KOMBES) berlangsung. Entah kenapa saya girang meski hanya sekadar mau mengambil kaos KOMBES. Padahal hanya kaos, tapi desainnya keren dan bagus, ada bonus maskernya juga.

Akan tetapi, tentu saja bukan itu tujuan saya ikutan KOMBES. Dulu sewaktu lulus nyantri, pernah bikin blog. Isinya hanya memindahkan karya tulis akhir ke halaman blog. Sesudah itu blog belum di-update dengan konten apa pun lagi. Kegiatan tulis-menulis juga hanya berkaitan dengan rencana membuat bridging siaran sewaktu masih jadi reporter, terus jadi penyiar, dan akhirnya jadi produser di Radio MQFM.

Hanya sebatas itu. Palingan sekarang ditambah dengan caption-caption di medsos. Nah, ketika ada pengumuman akan diluncurkannya Komunitas Blogger Syaamil, sontak saya langsung klik form pendaftaran tanpa tunggu ini-itu. Saya jadi ingin belajar nulis lagi setelah menonton podcast Syaamil TV edisi perdana Communi-Talk dengan Bang Aswi, master blogger yang juga sebagai pemrakarsa KOMBES ini.

“Keren pisan ternyata jadi blogger. Kemana saja ya, saya selama ini jarang nulis,” ujar saya saat menyimak podcast tersebut. Meski saat ini sebagai staff project planning di Kalamata Komunika, menurut saya, belajar apa pun penting. Baik ada hubungannya dengan pekerjaan atau tidak, saya yakin ini bekal untuk di kemudian hari. Upgrade dan menguji kualitas jati diri.

Pak Rachman Ridhatullah, Direktur MKS Syaamil Group, mengatakan dalam sambutannya, “Menulis itu untuk menjaga eksistensi diri.” Akan tetapi, saya masih menunggu dengan penasaran, apa sih tips dan menulis di blog itu, khususnya yang disampaikan oleh Bang Aswi, Manajer Marcomm MKS. Materi yang paling nonjok banget ke saya adalah perkataan dari Sahabat Ali.

Khalifah keempat itu mengatakan, “Semua penulis akan mati. Hanya karyalah yang akan abadi. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu di akhirat nanti.” Makjleb banget. Jadi berpikir, saya mau mewariskan apa untuk anak cucu generasi Islam nanti? Benar, para ulama terdahulu dikenal dan dikenang dari karyanya. Gak ada yang lain.

Tips menulis yang membuat saya senyum-senyum sendiri adalah pada saat Bang Aswi menyampaikan quote dari seorang akademisi. Katanya, tips menulis itu ada tiga, yaitu (1) menulis, (2) menulis, dan (3) menulis. Memang gak ada yang perlu dipikirin lagi selain memulai menulis. Ketika menulis, mulailah menulis dengan hati. Baru setelahnya diedit dengan pikiran. KOMBES keren luar biasa. Bukan sekadar kaosnya yang keren, tapi ilmu dan gebrakannya juga keren.

Muhammad Al-Fatih

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x