
Kamis, 13 November 2025 / 22 Jumadil Awwal 1447 H
Setiap orang pasti memiliki momen-momen berat dalam hidupnya. Momen yang membuat kita bertanya: “Mengapa Allah memilih saya untuk menjalani takdir berat ini?” Dikhianati orang terdekat, keluarga yang tidak harmonis, penderitaan yang seakan tiada ujung—semua ini adalah ujian yang tidak sesuai dengan keinginan kita.
Namun Allah telah menyapa kita melalui firman-Nya dalam surah Al-Baqarah ayat 216:
“Diwajibkan atasmu berperang, padahal itu kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”
Kisah Shilvia Tan: Dari Penderitaan Menuju Hikmah
Shilvia Tan, seorang influencer TikTok dengan 1,4 juta follower, kini hidup bahagia bersama pasangan dan tiga anaknya. Namun siapa sangka, di balik kebahagiaan itu tersimpan kisah yang boleh jadi terdengar seperti drama opera sabun penuh penderitaan.
Perjalanan hidup Shilvia Tan dari masa kecil hingga dewasa dipenuhi intrik dan ujian berat, baik dari keluarga maupun lingkungan. Masa remajanya tidak seperti anak-anak pada umumnya. Bahkan ketika hendak menikah, ia terbentur kondisi beda keyakinan dengan pasangan selama 17 tahun. Perjalanan rumah tangga pun penuh cabaran, bahkan dari orang-orang terdekat.
Semua rentetan takdir pahit itulah yang pernah coba “dilawan” oleh Shilvia Tan. Hingga pada akhirnya, ia menemukan jawaban dari Allah yang menjadi titik balik luar biasa dalam hidupnya.
Peluncuran Buku “Melawan Takdir” di UIN Bandung
Rangkaian kisah hidup penuh hikmah ini ditulis sendiri oleh Shilvia Tan dalam buku “Melawan Takdir”. Peluncuran resmi buku ini berlangsung di Aula Selatan Kampus Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, disaksikan peserta dari beragam latar belakang: akademisi, mahasiswa, pengusaha, dan masyarakat umum.
Love Story Dialogue: Dialog Penuh Makna
Bersama suaminya, Koh Muaddz, Shilvia Tan menggelar sesi “Love Story Dialogue” yang menyentuh hati. Dalam sesi ini, ia menceritakan:
- Alasan menulis buku berbentuk novel ini
- Tujuan di balik penulisan kisah hidupnya
- Titik-titik penting yang memperkuat pesan inti buku

Yang unik, Shilvia Tan tidak menginginkan kisah hidupnya untuk diikuti pembaca, termasuk perihal menikah dengan beda agama. Justru ia menyarankan agar pembaca betul-betul selektif memilih pasangan, karena hidayah adalah hak prerogatif Allah.
Pesan Penting: Hidayah adalah Anugerah Allah
Shilvia Tan merasa bersyukur dan beruntung. Pasangannya yang semula tidak memeluk Islam, Allah pilih untuk menerima hidayah melalui berbagai rentetan takdir pahit yang mereka hadapi. Hal ini dianggapnya sebagai sesuatu yang lebih mahal dibanding apa pun.
Pelajaran Berharga dari Perjalanan Shilvia Tan
- Hidayah Bukan di Tangan Manusia: Allah yang memilih siapa yang Dia kehendaki untuk mendapat hidayah
- Takdir Pahit Bisa Jadi Jalan Kebaikan: Apa yang kita benci boleh jadi baik untuk kita
- Kesabaran Membuahkan Hasil: 17 tahun perbedaan keyakinan akhirnya berujung pada hidayah
- Syukur atas Ujian: Setiap ujian adalah jalan Allah mendekatkan hambanya kepada-Nya
Untuk Generasi Milenial dan Z yang Sedang Berjuang
Buku “Melawan Takdir” hadir sebagai teman bagi generasi milenial dan Z yang sedang bergulat dengan takdir yang tidak sesuai keinginan. Jika Anda:
- Merasa dibebani ujian yang terlalu berat
- Sulit menerima kenyataan hidup yang pahit
- Bertanya-tanya apa maksud Allah di balik ujian
- Mencari inspirasi untuk tetap kuat menghadapi cobaan
Buku ini bisa menemani perjalanan Anda mencari jawaban: “Apa maksud Allah di balik takdir yang sedang saya alami?”
Mengapa Buku “Melawan Takdir” Penting untuk Dibaca?
1. Kisah Nyata yang Relatable
Shilvia Tan tidak menulis fiksi. Ia menuangkan pengalaman nyatanya yang bisa menjadi cermin bagi pembaca yang menghadapi situasi serupa.
2. Perspektif Islam yang Kuat
Buku ini tidak hanya bercerita tentang penderitaan, tetapi memberikan perspektif Islam dalam memaknai setiap ujian sebagai bagian dari rencana Allah yang sempurna.
3. Inspirasi untuk Tetap Bertahan
Di tengah ujian yang berat, kita butuh inspirasi untuk terus bertahan. Kisah Shilvia Tan membuktikan bahwa setiap penderitaan ada akhirnya, dan ujung dari kesabaran adalah kebahagiaan.
4. Pembelajaran tentang Memilih Pasangan
Meski kisahnya unik, Shilvia Tan memberikan nasihat bijak: selektif dalam memilih pasangan dan tidak mengandalkan “proyeksi hidayah” karena hidayah adalah hak prerogatif Allah.
Respon Positif dari Berbagai Kalangan
Peluncuran buku “Melawan Takdir” di UIN Bandung mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Para peserta yang hadir merasa tersentuh dengan kejujuran dan keberanian Shilvia Tan membagikan kisah hidupnya.
Banyak yang mengaku terinspirasi untuk lebih sabar menghadapi ujian dan lebih percaya pada rencana Allah yang sempurna.
Pesan untuk Pembaca: Jangan “Melawan”, Tapi “Maknai” Takdir

Judul “Melawan Takdir” sebenarnya adalah refleksi dari fase awal perjalanan Shilvia Tan yang sempat mencoba “melawan” apa yang Allah takdirkan. Namun melalui buku ini, ia ingin menyampaikan bahwa ujian hidup bukan untuk dilawan, tetapi untuk dimaknai.
Setiap takdir yang Allah berikan, sekeras apa pun, pasti mengandung hikmah yang luar biasa. Tugas kita adalah bersabar, berusaha, dan bertawakal sambil mencari hikmah di baliknya.
Dapatkan Buku “Melawan Takdir” Sekarang
Bagi Anda yang sedang mencari jawaban atas pertanyaan “Mengapa saya harus mengalami ini?”, buku “Melawan Takdir” karya Shilvia Tan bisa menjadi teman perjalanan spiritual Anda.
Anda bisa mendapatkan buku ini melalui Akun TikTok Sea Book (@seabook.official). Jangan lewatkan kesempatan untuk membaca kisah inspiratif yang bisa mengubah cara pandang Anda terhadap ujian hidup.
Kesimpulan: Hikmah di Balik Setiap Takdir
Kisah Shilvia Tan dalam buku “Melawan Takdir” mengingatkan kita bahwa Allah tidak pernah memberikan ujian melebihi kemampuan hamba-Nya. Setiap penderitaan, sekeras apa pun, pasti ada ujungnya dan mengandung hikmah yang luar biasa.
Bagi generasi milenial dan Z yang sedang berjuang dengan takdir berat, buku ini hadir sebagai pengingat bahwa Anda tidak sendiri. Ada jutaan orang lain yang juga berjuang, dan ada Allah yang selalu bersama hamba-Nya yang sabar.
Mari bersama-sama belajar tidak “melawan” takdir, tetapi “memaknai” setiap ujian sebagai jalan Allah mendekatkan kita kepada-Nya.
Pesan buku “Melawan Takdir” sekarang dan temukan hikmah di balik setiap ujian hidup Anda.
Recent Comments