Bandung – Pemuda Bumi Langit (PBL) kembali menggelar PBL Expo 2026 sebagai puncak pembelajaran santri setelah menjalani program pendidikan selama dua tahun. Kegiatan yang berlangsung pada 29–30 Juni 2026 di lingkungan Syamil Group ini menjadi wadah bagi santri untuk menampilkan capaian terbaik mereka, baik dalam bidang Al-Qur’an maupun kewirausahaan.

PBL Expo merupakan bagian dari evaluasi akhir program pendidikan Pemuda Bumi Langit. Dalam kegiatan ini, santri melaksanakan Tasmi’ Akbar, yaitu menyetorkan hafalan Al-Qur’an dalam satu kali duduk, sekaligus mempresentasikan laporan akhir bisnis bagi santri yang telah memasuki fase entrepreneurship.

“Expo ini menjadi momentum bagi santri untuk memberikan hasil terbaik dari proses pembelajaran yang telah mereka jalani. Mereka tidak hanya menunjukkan capaian hafalan Al-Qur’an, tetapi juga mempertanggungjawabkan hasil pembelajaran bisnis yang telah dikembangkan,” ujar Kang Ariza.

Selain menjadi ajang evaluasi, PBL Expo juga bertujuan mempererat hubungan antara Pemuda Bumi Langit dengan keluarga besar Syamil Group. Melalui kegiatan ini, insan Syamil diajak untuk lebih mengenal program pembinaan yang dijalankan Pemuda Bumi Langit sekaligus memberikan dukungan kepada para santri melalui berbagai rangkaian acara, termasuk bazar produk karya santri.

Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan melibatkan santri Pemuda Bumi Langit, santri Hafiz Qur’an Indonesia sebagai yayasan mitra, para asatidz, panelis, serta jajaran direksi Syamil Group yang hadir pada pembukaan acara. Seluruh karyawan Syamil juga diharapkan berpartisipasi dengan mengunjungi bazar dan memberikan apresiasi terhadap karya para santri.

Rangkaian kegiatan diselenggarakan di beberapa titik di lingkungan Syamil Group. Pembukaan dan Tasmi’ Akhwat berlangsung di Ruang Hijaz, sementara Tasmi’ Akbar Ikhwan dilaksanakan di area masjid. Adapun area parkir disulap menjadi bazar yang menampilkan berbagai produk hasil pengembangan bisnis santri.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, PBL Expo 2026 menghadirkan inovasi baru berupa Pojok IT, yang menampilkan produk digital dan aplikasi hasil karya santri. Kehadiran area ini menjadi bukti bahwa pembelajaran di Pemuda Bumi Langit tidak hanya berfokus pada bisnis konvensional, tetapi juga mulai mengembangkan kompetensi di bidang teknologi digital.

Salah satu produk yang menarik perhatian pengunjung selama bazar adalah Gyoza San, jajanan khas Jepang hasil produksi santri. Produk tersebut menjadi salah satu menu favorit di kalangan karyawan Syamil selama penyelenggaraan expo.

Melalui PBL Expo, santri juga dilatih untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, presentasi, dan penyusunan laporan bisnis. Mereka tidak hanya menyampaikan laporan keuangan dan strategi pemasaran, tetapi juga menunjukkan kemampuan mempresentasikan ide dan perkembangan usahanya di hadapan para panelis.

Konsep tersebut sejalan dengan visi Pemuda Bumi Langit untuk melahirkan generasi yang mampu menyeimbangkan kompetensi Al-Qur’an dengan keterampilan berwirausaha. Semangat itu tercermin dalam tagline yang diusung, yaitu “Hafal Qur’an, Jago Bisnis.”

Ke depan, PBL Expo diharapkan terus menjadi agenda tahunan yang mampu memberikan apresiasi atas perjuangan santri selama menempuh pendidikan. Melalui momentum ini, setiap santri diharapkan memperoleh pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa belajarnya di Pemuda Bumi Langit. (Kontributor : Fariq Muhajir Wiyandi)