Bandung, 9 Oktober 2026 – Syaamil Group menerima kunjungan delegasi Global Association of Islamic Schools (GAIS) pada Jumat, 9 Oktober 2026. Delegasi tersebut terdiri atas perwakilan dari 13 negara, yaitu United Kingdom (UK), Amerika Serikat (USA), Uni Emirat Arab (UAE), Turki, Sri Lanka, Pakistan, India, Suriah, Nigeria, Malaysia, Australia, Kosta Rika, dan Kanada. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para delegasi untuk mengenal lebih dekat proses pembuatan Al-Qur’an serta beragam produk yang dihadirkan Syaamil Group.

Rangkaian kunjungan diawali dengan mendatangi pabrik Syaamil. Dalam agenda ini, para delegasi berkesempatan melihat secara langsung proses pembuatan Al-Qur’an, termasuk desain dan tata letak yang menjadi bagian dari proses penyusunannya. Melalui kunjungan tersebut, para delegasi dapat memperoleh gambaran lebih dekat mengenai tahapan yang dilalui dalam menghasilkan produk Al-Qur’an.

Setelah mengunjungi pabrik, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi bazar produk Syaamil. Pada kesempatan ini, para delegasi dapat mengenal lebih dekat beragam produk yang dihadirkan Syaamil Group sebagai bagian dari upaya memperkenalkan Al-Qur’an dan produk pendukungnya kepada masyarakat.

Selain mengikuti rangkaian kunjungan, para delegasi juga berbagi pandangan mengenai pentingnya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satunya disampaikan oleh Yahya Ben Roy, pengunjung asal Minnesota, Amerika Serikat, yang menilai bahwa pendekatan kreatif dapat membantu generasi muda membangun kedekatan dengan Al-Qur’an.

Menurut Yahya, kecintaan terhadap Al-Qur’an perlu ditumbuhkan melalui pengalaman yang menyenangkan, bukan dengan paksaan. Ia mencontohkan kegiatan membaca Al-Qur’an di alam terbuka maupun penyelenggaraan kompetisi yang dapat meningkatkan antusiasme generasi muda.

“Kita hanya perlu berpikir sedikit lebih kreatif tentang bagaimana kita menanamkan kecintaan pada Al-Qur’an,” ungkap Yahya.

Pengalamannya selama berada di Indonesia juga meninggalkan kesan tersendiri bagi Yahya. Ia mengungkapkan bahwa keramahan, kebaikan, dan kemurahan hati masyarakat Indonesia menjadi hal yang sangat membekas. Ia bahkan berharap dapat kembali berkunjung pada kesempatan mendatang bersama keluarga dan para muridnya.

Ketika diminta menggambarkan pengalamannya selama mengunjungi Syaamil Group dalam satu kata, Yahya memilih kata sakinah, yang ia maknai sebagai ketenangan dan kedamaian. Menurutnya, berada di lingkungan yang dekat dengan Al-Qur’an dan dikelilingi orang-orang yang hangat menghadirkan pengalaman yang berkesan. (Kontributor : Rika Nur Hidayati)