Sumber gambar: Pinterest (melalui tautan ini)

Seperti alarm pagi yang sudah berbunyi, tapi kita pilih menekan tombol tunda. Bukan karena tidak ingin bangun, tapi karena merasa masih ada waktu beberapa menit lagi. Padahal, sering kali beberapa menit itu berubah jadi lebih jauh lebih lama dari yang kita rencanakan.

Kurang lebih seperti itu cara kita memperlakukan hal baik dalam hidup. Kita sebenarnya tahu apa yang seharusnya dilakukan, seperti sholat tepat waktu, menyempatkan waktu untuk membaca Al-Qur’an dan melakukan aktivitas yang bermanfaat. Namun, sering muncul dorongan untuk menunda karena merasa hal itu masih bisa dilakukan nanti.

Di sisi lain, kita juga sering menunggu kondisi yang pas. Menunggu lebih tenang, lebih siap, atau lebih semangat. Tapi kenyataannya, kondisi ideal itu jarang datang dengan sendirinya. Akhirnya, niat baik hanya berhenti sebagai rencana.

Ada juga soal kenyamanan. Hal yang baik biasanya butuh usaha. Bangun lebih awal, meluangkan waktu dan menahan diri demi kenyamanan pribadi. Sementara menunda terasa jauh lebih mudah. Tanpa sadar, kita memilih yang ringan sekarang, meskipun tahu belum tentu baik untuk jangka panjang.

Menariknya, kita jarang menunda hal yang kita sukai. Hal hal yang terasa menyenangkan bisa langsung dilakukan tanpa banyak pertimbangan. Dari sini terlihat, sebenarnya kita mampu untuk bertindak cepat. Hanya saja, arah pilihannya yang sering berbeda.

Mungkin yang perlu diubah bukan niatnya, tapi cara memulainya. Tidak harus langsung besar atau sempurna. Cukup mulai dari hal kecil, tapi dilakukan sekarang.

Karena pada akhirnya, yang sering kita tunda bukan hanya sebuah aktivitas, tapi juga kesempatan untuk menjadi lebih baik. Dan tidak semua kesempatan datang dua kali.

Jadi, mungkin pertanyaannya bukan lagi kapan kita mulai, tapi apakah kita mau berhenti menekan tombol tunda itu hari ini (Kontributor: Muhammad Taufan Erlangga)