
SINGAPURA – Perjalanan ke luar negeri tak selalu harus diisi dengan wisata dan hiburan. Melalui program Rihlah Qur’ani, Syaamil menghadirkan pengalaman perjalanan yang memadukan apresiasi kepada mitra dengan aktivitas yang dekat dengan Al-Qur’an.
Tahun ini, sebanyak 32 mitra dari berbagai wilayah Indonesia mengikuti Rihlah Qur’ani di Singapura selama tiga hari dua malam, pada 2–4 Agustus 2026. Selama perjalanan, para peserta berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 37 kali.
Rihlah Qur’ani merupakan program tahunan Syaamil sebagai bentuk penghargaan kepada mitra yang dinilai konsisten dalam menyebarkan Al-Qur’an. Salah satu ketentuannya adalah capaian penjualan sekitar 200–300 mushaf dalam satu tahun.
Berbeda dari perjalanan wisata pada umumnya, peserta Rihlah Qur’ani mendapatkan target bacaan Al-Qur’an yang telah dibagi sebelumnya. Setiap peserta memperoleh bagian bacaan, mulai dari surah hingga halaman tertentu, sehingga aktivitas membaca Al-Qur’an menjadi bagian dari perjalanan sejak awal hingga kegiatan berakhir.
Aktivitas tersebut bahkan dimulai sebelum peserta tiba di Singapura. Di dalam pesawat, peserta telah dibekali bacaan surah dan doa-doa yang dibaca selama perjalanan, termasuk doa ketika melihat Singapura dari kejauhan.
Selama berada di Singapura, peserta tidak hanya mengikuti rangkaian perjalanan, tetapi juga diajak untuk mengamati lingkungan dan keberagaman yang ditemui. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari refleksi bahwa perjalanan ke tempat baru dapat menjadi sarana untuk mengenal budaya, masyarakat, serta melihat kebesaran Allah melalui berbagai ciptaan-Nya.
Selain aktivitas Qur’ani, peserta juga mengabadikan berbagai momen perjalanan melalui media sosial. Dokumentasi tersebut dibagikan menggunakan tagar yang telah ditentukan sehingga pengalaman Rihlah Qur’ani dapat turut diketahui oleh masyarakat luas.
Peserta berasal dari berbagai daerah, di antaranya Aceh, Palembang, Bandung, Jakarta, serta sejumlah wilayah cabang Syaamil lainnya. Selama kegiatan berlangsung, peserta didampingi oleh panitia Syaamil dan mengikuti sejumlah agenda, termasuk sesi motivasi tentang Al-Qur’an pada hari pertama.
“Ini sebagai bentuk penghargaan kami dari Syaamil kepada mitra-mitra yang konsisten untuk menyebarkan Al-Qur’an. Kami ingin memberikan reward atas konsistensi mereka,” ujar Ramdan saat ditemui dalam pelaksanaan Rihlah Qur’ani.
Bagi Syaamil, Rihlah Qur’ani bukan sekadar bentuk penghargaan kepada mitra, tetapi juga upaya menghadirkan pengalaman bahwa kedekatan dengan Al-Qur’an dapat dibangun di mana pun dan dalam situasi apa pun.
Perjalanan ke Singapura menjadi ruang bagi para peserta untuk tetap membaca, berdoa, belajar, sekaligus merefleksikan kebesaran Allah. Melalui Rihlah Qur’ani, Syaamil ingin menunjukkan bahwa perjalanan bersama Al-Qur’an tidak terbatas pada satu tempat, tetapi dapat hadir dalam setiap langkah perjalanan. (Kontributor : Rika Nur Hidayati)
Recent Comments